BKPM KEMBANGKAN ONLINE TRACKING SYSTEM

 

SRAGEN - Untuk memperbaiki pelayanan Penanaman Modal dan mendukung keterbukaan informasi kepada publik, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat kini membuat sebuah sistem yang dinamakan Online Tracking System. Melalui system ini, secara transparan, investor akan mendapatkan kepastian mengenai proses penerbitan perizinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat dan Daerah serta  memonitor proses perizinan Penanaman Modal dari tahap registrasi hingga saat produk izin siap untuk diambil oleh investor.
       Hal itu dikemukakan oleh Kabid Pengolahan Data dan Pelaporan Pusat data dan Informasi (Pusdatin) BKPM, Siti Romayah, pada Rakor monitoring dan evaluasi PTSP  se Provinsi Jawa Tengah, di Ruang Sukowati Setda Sragen, Senin (19/11). 
       Siti Romayah menjelaskan, Online Tracking System merupakan bagian dari system pelayanan informasi dan perizinan investasi secara eletronik (SPIPISE). Seluruh data perizinan yang diajukan oleh oleh investor terekam dalam database SPIPISE sehingga investor dapat melacak posisi dan status permohonan perizinannnya.
       “Saat ini layanan online tracking system telah digunakan oleh investor yang melakukan permohonan perizinn di PTSP BKPM. Ke depannya, system ini  akan dapat digunakan oleh seluruh investor yang mengurus perizinan di PTSP Provinsi dan Kabupaten Kota seluruh Indonesia”, kata Siti Romayah, yang biasa dipanggil Maya ini.
       Sementara Kabid Pelayanan Perijinan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng, Didik Subiantoro, dalam acara tersebut mengemukakan bahwa di Provinsi Jateng saat ini masih dihadapkan dengan 3 persoalan. Yaitu tingginya angka kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran, dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
       ”Salah satu usaha yang ditempuh untuk memecahkan persoalan tersebut adalah mendorong tumbuh kembangnya investasi di provinsi Jateng. Kalau investasi berkembang, akan mampu membuka lapangan kerja, pendapatan daerah serta meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat”, ujar Didik.
       Menurut Didik, untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jateng 6,25 – 6,75 % pada tahun 2012 ini, diperlukan investasi sebesar Rp. 110 trilyun, sedangkan realisai investasi sampai dengan smester I/2012 mencapai Rp. 64,16 Trilyun yang bersumber dari investasi swasta, pemerintah, masyarakat dan ivestasi lembaga keuangan.
       Rakor monitoring dan evaluasi PTSP  yang berlangsung di Sragen ini di Sragen kali ini diikuti para penyelenggara PTSP se Provinsi Jawa Tengah. Dalam Rakor kali ini, para peserta juga memperoleh materi yang disajikan oleh Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPTPM) Sragen, Tugiyono.
       Tugiyono dalam paparannya menguraikan tentang konsep dan penerapan PTSP One Stop Service di Sragen serta berbagai inovasi yang dilakukannya, hingga memperoleh penghargaan sebagai penyelenggara PTSP bidang Penanaman Modal terbaik tingkat nasional 2012.
       Dalam rakor di Sragen ini, Pusdatin BKPM menyerahkan bantuan peralatan SPIPISE kepada lima penyelenggara PTSP di Jawa Tengah, yakni   Kabupaten Brebes, Blora, Pekalongan, Jepara dan Kota Salatiga. – Suparto / BPTPM Sragen -