DURIAN, BUAH MENAWAN YANG BIKIN KETAGIHAN

 

Buah Durian. Hmm...mendengar namanya saja sontak terbayang kelezatannya. Aromanya yang menggoda, dagingnya yang menggugah selera, serta kekhasan rasa yang sanggup membuat sang penikmatnya tergila-gila seolah melekat pada buah yang masuk dalam golongan tumbuhan tropis asal Asia Tenggara ini.. Harganya yang relatif lebih mahal daripada buah lokal musiman tenyata tidak menggoyahkan julukan durian sebagai buah promadona. Digilai, diburu, dan dicari.

      

Namun, ketenaran durian sebagai ”King Of Fruit” juga memancing kontroversial. Terutama bagi sebagian orang yang tidak suka dengan aromanya. Bahkan, banyak dari mereka yang merasakan pusing, mual, dan  perut sering terasa panas setelah mencicipi durian. Alhasil, istilah ’mabuk duren’ pun turut populer. Jika Anda mengalami gejala mabuk durian, tak perlu risau. Ada cara kuno yang bisa dipraktekkan, yaitu dengan menggunakan kulit durian itu sendiri. Ambil air secukupnya dan dituangkan pada lekukan kulit durian. Kemudian minumlah air tersebut. Kulit durian yang berwarna putih memiliki zat penawar untuk alkohol yang terkandung dalam durian.

Tidak hanya itu, kulit durian juga mampu menetralisir aroam durian yang tertinggal pada tangan kita. Caranya, cukup cuci tangan dengan menggunakan kulit bagian dalam durian tersebut. Bau durian pun lenyap.
                           
Durian fever (demam durian) juga melanda Badan Perijinan Terpadu (BPT). Usai jam kerja, secara kebetulan, ada penjual durian keliling yang melintas.  Wanita paruh baya tersebut memanggul tenggok (keranjang anyaman kayu) berisikan durian lokal dan menjajakannya berkeliling dengan berjalan kaki. Tanpa dikomando, suasana heboh pun menyeruak.  Apalagi saat Sri Umiyarsi (staf loket perijinan Kesehatan) menawarkan rekan-rekan yang lain untuk menikmari lezatnya buah yang termasuk famili Bombaceae ini. Hampir semua karyawan BPT yang masih berada dikantor spontan menyerbu.

 

Selang beberapa menit, semua terlihat asyik menikmati pulen nya durian. Satu biji?  Pasti belum puas!! Andien, Ratih, Maya, Ening, dan Heni malah terlihat berlomba-lomba mencicipi tanpa henti. Benar-benar terbuai kenikmatan duniawi! Durian oooh duriaaaan....

Pembaca, berikut ini ada tips yang bisa disimak agar kita  tidak salah memilih durian.

  1. Pilihlah durian yang bulat penuh, hindari yang durian dengan bentuk yang kurang simetris
  2. Perhatikan bagian bawahnya, pastikan durian belum pecah/ terbuka ( kebanyakan durian yang sudah pecah/ terbuka sudah kadaluwarsa)
  3. Periksa tangkainya. Untuk menentukan tebal dan tipisnya daging buah bisa dilihat dari tangkainya. Jika tangkai durian tebal dan pendek, sudah tentu dagingnya tebal, sebaliknya jika tangkainya panjang dagingnya tipis
  4. Cium aroma buah. Durian masak, bisa ditandai dengan mencium aroma buah
  5. Saat memilih durian jangan lupa tepuk-tepuk dengan benda tumpul, jika bergema berarti sudah masak dan bisa dikonsumsi
  6. Untuk menentukan padat dan lembeknya daging durian juga ada caranya, yaitu dengan memperhatikan kulit durian sendiri. Jika kulit terlihat berduri jarang dan besar-besar bisa dipastikan durian itu berdaging padat, tapi jika durian berkulit kecil dan durinya berjarak dekat, daging durian pasti lembek.
Nah, bagaimana dengan Anda. Sudahkah anda makan durian hari ini? hehehe

        

 

(Humas BPT Sragen/ neidna)